Ukuran berat tubuh terhadap laju respirasi

Serangga mempunyai alat pernapasan khusus berupa system trachea yang berfungsi untuk mengengkut dan mngedarkan O2 ke seluruh tubuh serta mengangkut dan mengeluarkan CO2 dari tubuh. Trachea memanjang dan bercabang-cabang menjadi saluran hawa halus yang masuk ke seluruh jaringan tubuh oleh karena itu, pengangkutan O2 dan CO2 dalam system ini tidak membutuhkan bantuan sitem transportasi atau darah.

Dari alat pernafasan, oksigen masih harus di angkut oleh darah atau cairan tubuh ke seluruh sel tubuh yang membutuhkan. Larutan eosin ini akan bergerak ke arah tabung spesimen karena terjadinya penyusutan volum udara dalam ruang tertutup tabung spesimen sebagai akibat pernapasan, yaitu O2 diserap sedangkan CO2 dihembuskan tetapi lalu diserap oleh KOH.

Mencatat perubahan jarak eosin. SET, seperti molekul gula atau asam-asam lemak, dapat dipecah dengan bantuan enzim dan beberapa molekul sederhana. Akan tetapi, laju metabolisme biasanya cukup diekspresikan dalam bentuk laju konsumsi oksigen.

Reaksinya dengan karbon dioksida sebagai berikut: Sebagai akibatnya belalang pada daerah ketinggian memiliki laju pernapasan yang meningkat, juga kedalaman pernapasan yang meningkat.

Mengapa NaOH harus dibungkus dengan kapas? Kesimpulan Berdasarkan hasil pengamatan dapat disimpulkan bahwa serangga I yang memilki jenis kelamin jantan lebih banyak mengkonsumsi O2 dibandingkan serangga II yang memilki jenis kelamin betina. Alat dan Bahan a. Fungsi dari larutan ini adalah untuk mengikat CO2, sehingga pergerakan dari larutan eosin benar-benar hanya disebabkan oleh konsumsi oksigen.

Ini artinya semakin berat tubuh serangga, akan semakin banyak membutuhkan oksigen sehingga akan semakin cepat pernafasannya. Pada menit ketiga cairan eosin bergerak menuju skala 0,39ml sehingga kebutuhan oksigen pada menit ketiga adalah 0,16ml.

Jenis kelamin Belalang atau jangkrik betina dan belalang jantan memiliki kecepatan respirasi yang berbeda. Isnaeni, Wiwi. Total kebutuhan oksigen pada percobaan pertama menggunakan jangkrik yang memiliki berat 2,2gram adalah 0,ml sehingga rata-rata kebutuhan oksigen jangkrik percobaan pertama adalah 0,ml setiap menitnya.

Udara masuk dan keluar melalui stigma, yaitu lubang kecil yang terdapat di kanan-kiri tubuhnya. Pada percobaan ini, perubahan suhu udara bila menjadi panas menyebabkan titik air yang sudah bergerak ke arah tabung dapat bergerak kembali ke arah luar.

Pernapasan Internal mengacu kepada reaksi metabolism intrasel yang mengunakan O2 dan menghasilkan CO2 selama oksidasi molekulmolekul nutrien penghasil energi. Pada menit keenam cairan eosin bergerak menuju skala 0,90ml sehingga kebutuhan oksigen pada menit keenam adalah 0,15ml.

Selain itu, respirasi juga merupakan reaksi oksidasi senyawa organik yang menghasilkan energi yang digunakan untuk aktivitas sel dalam bentuk ATP atau senyawa berenergi tinggi lainnya.

Kesimpulan Adapun kesimpulan pada percobaan ini adalah sebenarnya hewan yang memiliki kecepatan respirasi yang paling cepat adalah belalang kecil dengan berat tubuh 0,07 dan rata-rata laju respirasinya adalah 0, Sebaliknya, Semakin ringan berat serangga ukurannya kecil maka makin sedikit pula oksigen yang ia butuhkan sehingga semakin lambat pernapasannya.

Untuk mengetahui penyusutanudara dalam tabung, pada ujung terbuka pipa berskala diberi setetes larutan eosin. Sebaliknya, semakin ringan tubuh serangga akan semakin lambat respirasinya.

Sebaliknya bila suhu menurun, tetes air cepat bergerak ke arah tabung spesimen. Dari respirasi akan dihasilkan energi kimia ATP untuk melakukan aktivitas kehidupan, seperti sintesis, gerak, pertumbuhan, dan bereproduksi.

Menetesi eosin pada ujung pipo respirometer dengan menggunkan pipet tetes secukupnya. Alat Adapun alat yang digunakan pada percobaan ini yaitu neraca analitik, respirometer sederhana, spoit, dan stopwatch.

Tipe dan umur tumbuhan. Respirasi adalah suatu proses pengambilan O2 untuk memecah senyawa-senyawa organik menjadi CO2, H2O, dan energi.

Respirasi Pada Hewan (Serangga) dan Tumbuhan (Bunga)

Kecepatan larutan eosin itu bergerak ke dalam menunjukkan kecepatan pernapasan organisme serangga yang diselidiki. Laju konsumsi oksigen dapat ditentukan dengan berbagai cara, antara lain dengan menggunakan mikrorespirometer, metode Winkler, maupun respirometer Scholander.

Energi hasil respirasi tersebut sangat diperlukan untuk aktivitas hidup, seperti mengatur suhu tubuh, pergerakan, pertumbuhan dan reproduksi. Pada hitungan kenaikan interval kedua, dicari dengan interval 2 dikurangi interval 1 dan begitu seterusnya untuk mencari kenaikan nilai interval berikutnya hinggga menit ke 12 atau interval ke 4.

Sedangkan metabolit respirasi adalah intermediat-intermediat yang terbentuk dalam reaksi-reaksi respirasi. Analisis Data 1.Respirasi adalah seluruh proses pengambilan O 2 untuk memecah senyawa-senyawa organik sehingga menghasilkan energi dan sisa berupa CO 2 dan H 2 eaterypulsetv.comaran gas O 2 dan gas CO 2 berlangsung melalui proses difusi yang berlangsung di alat pernafasan.

Bagaimana laju respirasi pada hewan? 2. Bagaimana pengaruh jumlah serangga (berat) terhadap laju respirasi?

C. Alat dan Bahan Alat Stopwatch Kapas Pipet Tetes Respirometer Kapas Pinset Bahan Jangkrik Kristal NaOH Plastisin Eosin D. Langkah Kerja 1. Membungkus keistal NaOH dengan kapas. 2.

Memasukkan kapas ke dalam tabung respirometer. 3. Memasukkan seekor jangkrik ke dalam. Bagaimana laju respirasi pada hewan? 2. Bagaimana pengaruh jumlah serangga (berat) terhadap laju respirasi? C. Alat dan Bahan Alat Stopwatch Kapas Pipet Tetes Respirometer Kapas Pinset Bahan Jangkrik Kristal NaOH Plastisin Eosin D.

Langkah Kerja 1. Membungkus keistal NaOH dengan kapas. 2. Memasukkan kapas ke dalam tabung respirometer.

3. Memasukkan seekor jangkrik ke dalam. Disini massa atau berat tubuh belalang sangat mempengaruhi. Semakin besar tubuh belalang atau organisme maka semakin banyak O 2 yang dibuthkan untuk proses respirasi berarti ukuran tubuh berbanding lurus dengan kebutuhan oksigen.

Mengetahui pengaruh berat hewan (jangkrik) dan pada tumbuhan (kecambah) terhadap laju respirasi, 3. Mengetahui banyaknya gas oksigen yang dibutuhkan hewan (jangkrik) dan pada tumbuhan (kecambah) untuk eaterypulsetv.com: Renaldy Rizki Ramadani.

Mengetahui pengaruh berat hewan (jangkrik) dan pada tumbuhan (kecambah) terhadap laju respirasi, 3. Mengetahui banyaknya gas oksigen yang dibutuhkan hewan (jangkrik) dan pada tumbuhan (kecambah) untuk eaterypulsetv.com: Renaldy Rizki Ramadani.

Ukuran berat tubuh terhadap laju respirasi
Rated 5/5 based on 9 review